Translate

Tampilkan postingan dengan label model. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label model. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 September 2013

CONTOH JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS



NO
JUDUL
1
Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung Bilangan Bulat Permulaan dengan menggunakan Media Mistar Bergambar Siswa Kelas VI SDN Simomulyo VII Surabaya
2
Peningkatan Hasil Belajar Matematika  Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan  Teknik Pemberian Tugas
3
Penggunaan Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang  Siswa Kelas III SDN Kedung Sumur I Krembung Sidoarjo
4
Peningkatan  Kemampuan Membaca Intensif  Dengan menggunakan Teknik PQ4R Pada Siswa Kelas IV SDN Kalirejo III BJN
5
Peningkatan Kemampuan Mengklasifikasi Jenis-jenis Lingkungan Melalui Model TANDUR (PAKEM) Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SDN Terung Wetan Krian Sidoarjo
6
Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung (Penjumlahan dan Pengurangan) Melalui Penggunaan Media Permainan Ular Tangga Pada Siswa Kelas I SDN Kepohagung II Plumpang Tuban
7
Peningkatan  Kemampuan Mengidentifikasi Sifat –sifat Benda Cair Melalui Penggunaan Model Inkuiri di Kelas IV SDN JAtikalang I Sidoarjo
8
Peningkatan Kemampuan Membedakan Penulisan di dan ke Sebagai kata Depan Serta di- dan ke- sebagai imbuhan Melalui Strategi Card Sort (Sortir Kartu) MP BI Di Kelas VI SDN Kandangan II Surabaya
9
Penggunaan Alat Peraga 2D Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bangun Datar  di Kelas I SDN Tegalsari I Widang Tuban
10
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Menggunakan  Metode Role Playing Pada Mata Pelajaran BI di Kelas IV SDN Cepokorejo 01 Palang Tuban
11
Meningkatkan Kemampuan Operasi Bilangan Pecahan Menggunakan Benda-benda Konkrit Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN Mrutuk II Widang Tuban

12
Peningkatan Kemampuan Menghitung Luas Permukaan Bangun Ruang Menggunakan Alat Peraga Jaring-jaring Pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas VI SDN Sidokare I Sidoarjo
13
Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung Perkalian Menggunakan Jarimatika di Kelas III SDN Pajeng I Gondang Bojonegoro
14
Penggunaan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan  Kemampuan Mendiskripsikan Struktur Penampang Daun Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas III SDN Bungurasih Waru Sidoarjo
15
Pemanfaatan Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Siswa Kelas III SDN Lidah Kulon IV/467 Surabaya.
16
Meningkatkan Kemampuan Menentukan Sifat-sifat Bangun Ruang Menggunakan Alat Peraga 3D Pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas IV SDN Wedoro II Sugihwaras Bojonegoro
17
Pemanfaatan Alat Peraga Benda Konkrit Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Pengaruh Bentuk dan Ukuran Terhadap Gerak Benda di Kelas III SDN Bumiayu Baureno BJN
18
Meningkatkan Kemampuan Menentukan Akar Pangkat Tiga Menggunakan Teknik Tabel di Kelas VI SDN Sidongadi I Kerek Tuban
19
Meningkatkan Kemampuan Mendeskripsikan Pengamalan Nilai-nilai Sumpah Pemuda Dalam Kehidupan Sehari-hari Menggunakan Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together di Kelas III SDN Margomulyo I Kerek Tuban
20
Meningkatkan Kemampuan Menjumlahkan Bilangan Pecahan Menggunakan Media Garis Bilangan  Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN Sooko II Mojokerto
21
Peningkatan Kemampuan Mengurutkan Bilangan Dengan Menggunakan Media Kartu Bilangan Pada Siswa Kelas SDN Plumpit III Tuban
22
Penggunaan Teknik Jarimatika Untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan sampai 20 Pada Siswa Kelas I SDN Balongbendo I Sidoarjo
23
Pemanfaatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengklasifikasi Sumber Daya Alam pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN Krian III Sidoarjo
24
Peningkatan Kemampuan Memahami Letak Negara-negara di Benua Asia Menggunakan Media Peta Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VI SDN Barengkrajan II Krian Sidoarjo
25
Pemanfaatan Media Konkrit Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Perbedaan Struktur Bahan Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDK Gloria I Surabaya
26
Pemanfaatan Alat Peraga Kartu Penjumlahan Berpola Untuk meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas IV SDN Kebonsari II/412 Surabaya
27
Penerapan Pembelajaran Terpadu Model Webed Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Soal Cerita Matematika Siswa Kelas III SDN Sambongrejo I Semanding Tuban.
28
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Membuat Bagan Struktur Pemerintahan Pusat pada MP PKN Kelas IV SDN Babad II Kedungadem BJN
29
Pemanfaatan Peraga Kelereng Untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Campuran di Kelas II SDK Karitas III Surabaya
30
Pemanfaatan Alat Peraga Balok                Untuk Meningkatkan Kemampuan Menentukan Volume Bangun Ruang di Kelas VI SDN Sukomanunggal Surabaya
31
Pemanfaatan Modifikasi Syair Lagu Untuk Meningkatkan Kemampuan Menghitung Volume Bangun Ruang MP Matematika Kelas VI SDN Gamongan Bjn
32
Pemanfaatan Platisin Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengubah Bentuk Suatu Benda Pada MP Sain di Kelas IV SDN Lemah Putro I Sidoarjo
33
Meningkatkan Kemampuan Memahami Proses Fotosintesis Melalui Model Pembelajaran Inkuiri di Kelas V SDN Kedurus III Surabaya.
34
Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Pemahaman Peran Tokoh Nasional Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia MP IPS Kelas V SDN Dasin II Tambakboyo Tuban

Selasa, 27 Juli 2010

RPP Inovatif Muatan Lokal Bahasa Jawa (Contoh)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Jenjang satuan pendidikan : Sekolah Dasar Kedurus V Surabaya

Mata pelajaran : Bahasa Daerah

Kelas / Semester : IV / I

Aspek : Wicara

Alokasi waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

Standar kompetensi : Mengapresiasi Tembang

I. Kompetensi Dasar

Siswa mampu mengapresiasikan sastra Jawa berupa : cerita rakyat, dongeng, cerita wayang, geguritan, dan tembang dolanan

II. Indikator

Siswa mampu mengapresiasikan sastra Jawa berupa “tembang dolanan” dan “tembang macapat”

III. Tujuan Pembelajaran

- Melalui kegiatan mendengarkan pembacaan tembang dolanan oleh guru, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis “tembang macapat” dengan benar.

- Melalui diskusi kelompok siswa dapat menjelaskan “paugerane tembang macapat” dengan benar.

- Melalui kegiatan pelatihan terbimbing, siswa dapat mendeskripsikan watak dari tiap “tembang macapat” dengan benar.

- Melalui pelatihan “nembang” siswa dapat menyanyikan “tembang macapat Pangkur” dengan benar.

IV. Materi Pembelajaran

Tembang macapat Pangkur [terlampir]

V. Model Pembelajaran

Model : model pembelajaran langsung

VI. Kegiatan Pembelajaran

  1. Kegiatan awal (10 menit)

1.

Guru mengajak siswa membuat kontrak belajar yang berupa kesepakatan bersama yakni berupa “jika guru bertepuk 3X, siswa bertepuk 1X kemudian mengangkat tangan kanan dan menutup mulut”, jika guru menyebut kata ”MACAPAT”, maka masing2 siswa dalam kelompok tertentu menyebutkan salah satu nama tembang macapat.

Guru memotivasi siswa dengan menanyakan “apakah kalian pernah mendengar istilah macapat?”, ”Tembang apakah yang pernah Anda dengar?”, ”Apakah kalian pernah menyanyikan tembang macapat?”

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan materi tembang macapat.

Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

b. Kegiatan inti (55 menit)

1.

Guru membacakan sebuah Tembang Pangkur dengan irama dan lagu yang tepat sebagai contoh untuk siswa, kemudian siswa mengikutinya sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh guru (Pemodelan)

Fase II Mendemonstrasikan keterampilan (pengetahuan prosedural) atau: mempresentasikan pengetahuan (deklaratif))

2

Siswa berlatih menyanyikan tembang macapat Pangkur dengan bimbingan dan arahan guru.

Teknik:

a. Membaca “titi laras” (notasi)

Siswa menirukan pembacaan notasi yang dicontohkan guru secara benar. Tekniknya bergantian antara guru dan sebagian kelompok siswa. Yang dimaksud dengan kelompok adalah deretan bangku kanan tengah dan kiri. Pembacaan notasi disesuaikan dengan “laras” “pelog atau slendro” (pada pelatihan ini menggunakan alat berupa gamelan saron/demung untuk penyelarasan.

b. Membaca “cakepan” (syair lagu) macapat “Pangkur).

Tekniknya sama seperti pada pelatihan pertama, hanya saja yang dilatihkan adalah membaca syair lagu dengan “antawacana” (lafal dan intonasi) yang benar.

c. Menyanyikan tembang macapat baris demi baris dengan diiringi alat “saron/demung”. Tekniknya juga bervariasi, antara lain dibaca/ditembangkan setiap baris oleh guru kemudian ditirukan siswa, maupun dibacakan oleh guru setiap satu tembang kemudian ditirukan siswa (disesuaikan dengan situasi dan kondisi). Pelatihan ini juga dilakukan secara bergantian tiap deretan bangku kanan, tengah, maupun deretan kiri.

d. Siswa menyanyikan tembang macapat “Pangkur” dengan hanya diiringi saron/demung oleh guru.

Catatan:

Pelatihan berpedoman pada ketepatan suara, lafal, wirama dan wirasa

Fase 3: Membimbing pelatihan

3

Siswa per-deret bangku menyanyikan tembang macapat Pangkur” tanpa tuntunan guru.

Tekniknya:

a. Dilakukan per-deret bangku dengan diiringi saron/demung oleh guru.

b. Dilakukan bersama-sama dengan diiringi saron/demung oleh guru.

c. Dilakukan perorangan (bila memungkinkan) di hadapan siswa lainnya.

d. Guru memberikan umpan balik dan koreksi berupa kekurang tepatan nada, antawacana, maupun wirasa dan wiramanya.

Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.

  1. Kegiatan penutup (5 menit)

1.

Guru memberikan kesempatan pelatihan dengan teknik-teknik khusus yang harus diperhatikan siswa. dan evaluasi sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dirumah (PR) dan memberikan informasi mengenai pertemuan berikutnya ( siswa diminta tampil satu per-satu kedepan untuk melaksanakan tugas evaluasi)

Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan)

VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar

a. Alat/bahan:

1. Naskah tembang “Macapat Pangkur”

2. Gamelan berupa “Saron/demung/gender” Pelok dan Slendro

b. Sumber belajar:

1. Buku Ngengrengan Kasusastran Jawi, S. Padmosukotjo

2. Pepak Basa Jawa

3. Mbombong Manah

VIII. Penilaian

  • Jenis penilaian

Tes perbuatan: Cara menyanyikan tembang “Macapat Pangkur”

Non tes : Sikap penampilan yang disesuaikan dengan “wirasa lan wirama”

  • Bentuk penilaian

Instrument penilaian

Rubrik Penilaian

No.

Nama

Kriteria

Skor

Suara

Lafal

Wirama

Wirasa

Keterangan:

5 : suara nyaring, melafalkan kata dengan benar, wirama dan wirasa sesuai.

4: suara kurang nyaring, melafalkan kata dengan benar, wirama dan wirasa sesuai

3: suara dan lafal kurang nyaring, wirama dan wirasa sesuai

2: suara dan lafal nyaring, wirama dan wirasa kurang sesuai

1: suara dan lafal kurang nyaring, wirama dan wirasa kurang sesuai

DASAR-DASAR BERMAIN DRAMA

I.   PENDAHULUAN Drama adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media  percakapan(dialog), gerak da...