NO
|
JUDUL
|
1
|
Peningkatan
Kemampuan Operasi Hitung Bilangan Bulat Permulaan dengan menggunakan Media
Mistar Bergambar Siswa Kelas VI SDN Simomulyo VII Surabaya
|
2
|
Peningkatan
Hasil Belajar Matematika Sifat-sifat
Operasi Hitung Bilangan Teknik
Pemberian Tugas
|
3
|
Penggunaan
Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas III SDN Kedung Sumur I Krembung
Sidoarjo
|
4
|
Peningkatan Kemampuan Membaca Intensif Dengan menggunakan Teknik PQ4R Pada Siswa
Kelas IV SDN Kalirejo III BJN
|
5
|
Peningkatan
Kemampuan Mengklasifikasi Jenis-jenis Lingkungan Melalui Model TANDUR (PAKEM)
Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SDN Terung Wetan Krian Sidoarjo
|
6
|
Peningkatan
Kemampuan Operasi Hitung (Penjumlahan dan Pengurangan) Melalui Penggunaan
Media Permainan Ular Tangga Pada Siswa Kelas I SDN Kepohagung II Plumpang
Tuban
|
7
|
Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Sifat –sifat
Benda Cair Melalui Penggunaan Model Inkuiri di Kelas IV SDN JAtikalang I
Sidoarjo
|
8
|
Peningkatan
Kemampuan Membedakan Penulisan di dan ke Sebagai kata Depan Serta di- dan ke-
sebagai imbuhan Melalui Strategi Card Sort (Sortir Kartu) MP BI Di Kelas VI
SDN Kandangan II Surabaya
|
9
|
Penggunaan Alat
Peraga 2D Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bangun Datar di Kelas I SDN Tegalsari I Widang Tuban
|
10
|
Meningkatkan
Kemampuan Berbicara Siswa Menggunakan
Metode Role Playing Pada Mata Pelajaran BI di Kelas IV SDN Cepokorejo
01 Palang Tuban
|
11
|
Meningkatkan
Kemampuan Operasi Bilangan Pecahan Menggunakan Benda-benda Konkrit Pada Mata
Pelajaran Matematika Kelas IV SDN Mrutuk II Widang Tuban
|
12
|
Peningkatan
Kemampuan Menghitung Luas Permukaan Bangun Ruang Menggunakan Alat Peraga
Jaring-jaring Pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas VI SDN Sidokare I
Sidoarjo
|
13
|
Peningkatan
Kemampuan Operasi Hitung Perkalian Menggunakan Jarimatika di Kelas III SDN
Pajeng I Gondang Bojonegoro
|
14
|
Penggunaan
Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Mendiskripsikan Struktur
Penampang Daun Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas III SDN Bungurasih Waru
Sidoarjo
|
15
|
Pemanfaatan
Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Siswa Kelas III SDN
Lidah Kulon IV/467 Surabaya.
|
16
|
Meningkatkan
Kemampuan Menentukan Sifat-sifat Bangun Ruang Menggunakan Alat Peraga 3D Pada
Mata Pelajaran Matematika di Kelas IV SDN Wedoro II Sugihwaras Bojonegoro
|
17
|
Pemanfaatan
Alat Peraga Benda Konkrit Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi
Pengaruh Bentuk dan Ukuran Terhadap Gerak Benda di Kelas III SDN Bumiayu
Baureno BJN
|
18
|
Meningkatkan
Kemampuan Menentukan Akar Pangkat Tiga Menggunakan Teknik Tabel di Kelas VI
SDN Sidongadi I Kerek Tuban
|
19
|
Meningkatkan
Kemampuan Mendeskripsikan Pengamalan Nilai-nilai Sumpah Pemuda Dalam
Kehidupan Sehari-hari Menggunakan Model Kooperatif Tipe Numbered Head
Together di Kelas III SDN Margomulyo I Kerek Tuban
|
20
|
Meningkatkan
Kemampuan Menjumlahkan Bilangan Pecahan Menggunakan Media Garis Bilangan Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN
Sooko II Mojokerto
|
21
|
Peningkatan
Kemampuan Mengurutkan Bilangan Dengan Menggunakan Media Kartu Bilangan Pada
Siswa Kelas SDN Plumpit III Tuban
|
22
|
Penggunaan
Teknik Jarimatika Untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan dan
Pengurangan sampai 20 Pada Siswa Kelas I SDN Balongbendo I Sidoarjo
|
23
|
Pemanfaatan
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Kemampuan
Mengklasifikasi Sumber Daya Alam pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN
Krian III Sidoarjo
|
24
|
Peningkatan
Kemampuan Memahami Letak Negara-negara di Benua Asia Menggunakan Media Peta
Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VI SDN Barengkrajan II Krian Sidoarjo
|
25
|
Pemanfaatan
Media Konkrit Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Perbedaan Struktur Bahan
Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDK Gloria I Surabaya
|
26
|
Pemanfaatan
Alat Peraga Kartu Penjumlahan Berpola Untuk meningkatkan Kemampuan Berhitung
Siswa Kelas IV SDN Kebonsari II/412 Surabaya
|
27
|
Penerapan
Pembelajaran Terpadu Model Webed Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Soal
Cerita Matematika Siswa Kelas III SDN Sambongrejo I Semanding Tuban.
|
28
|
Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Membuat Bagan Struktur
Pemerintahan Pusat pada MP PKN Kelas IV SDN Babad II Kedungadem BJN
|
29
|
Pemanfaatan
Peraga Kelereng Untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Campuran di Kelas
II SDK Karitas III Surabaya
|
30
|
Pemanfaatan
Alat Peraga Balok Untuk
Meningkatkan Kemampuan Menentukan Volume Bangun Ruang di Kelas VI SDN Sukomanunggal
Surabaya
|
31
|
Pemanfaatan
Modifikasi Syair Lagu Untuk Meningkatkan Kemampuan Menghitung Volume Bangun
Ruang MP Matematika Kelas VI SDN Gamongan Bjn
|
32
|
Pemanfaatan
Platisin Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengubah Bentuk Suatu Benda Pada MP
Sain di Kelas IV SDN Lemah Putro I Sidoarjo
|
33
|
Meningkatkan
Kemampuan Memahami Proses Fotosintesis Melalui Model Pembelajaran Inkuiri di
Kelas V SDN Kedurus III Surabaya.
|
34
|
Penggunaan
Media Gambar Untuk Meningkatkan Pemahaman Peran Tokoh Nasional Dalam
Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia MP IPS Kelas V SDN Dasin II Tambakboyo
Tuban
|
MENUJU PEMBELAJARAN INOVATIF, Blog ini berisi naskah-naskah pembelajaran, proposal-proposal penelitian, artikel-artikel inovasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran di SD. Saya sangat berterima kasih atas tanggapan/komentar, diskusi-diskusi, dan kritik yang membangun guna perbaikan blog ini.
Translate
Selasa, 03 September 2013
CONTOH JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Selasa, 27 Juli 2010
RPP Inovatif Muatan Lokal Bahasa Jawa (Contoh)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Jenjang satuan pendidikan : Sekolah Dasar Kedurus V Surabaya
Mata pelajaran : Bahasa Daerah
Kelas / Semester : IV / I
Aspek : Wicara
Alokasi waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
Standar kompetensi : Mengapresiasi Tembang
I. Kompetensi Dasar
Siswa mampu mengapresiasikan sastra Jawa berupa : cerita rakyat, dongeng, cerita wayang, geguritan, dan tembang dolanan
II. Indikator
Siswa mampu mengapresiasikan sastra Jawa berupa “tembang dolanan” dan “tembang macapat”
III. Tujuan Pembelajaran
- Melalui kegiatan mendengarkan pembacaan tembang dolanan oleh guru, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis “tembang macapat” dengan benar.
- Melalui diskusi kelompok siswa dapat menjelaskan “paugerane tembang macapat” dengan benar.
- Melalui kegiatan pelatihan terbimbing, siswa dapat mendeskripsikan watak dari tiap “tembang macapat” dengan benar.
- Melalui pelatihan “nembang” siswa dapat menyanyikan “tembang macapat Pangkur” dengan benar.
IV. Materi Pembelajaran
Tembang macapat Pangkur [terlampir]
V. Model Pembelajaran
Model : model pembelajaran langsung
VI. Kegiatan Pembelajaran
- Kegiatan awal (10 menit)
| 1. | Guru mengajak siswa membuat kontrak belajar yang berupa kesepakatan bersama yakni berupa “jika guru bertepuk 3X, siswa bertepuk 1X kemudian mengangkat tangan kanan dan menutup mulut”, jika guru menyebut kata ”MACAPAT”, maka masing2 siswa dalam kelompok tertentu menyebutkan salah satu nama tembang macapat. Guru memotivasi siswa dengan menanyakan “apakah kalian pernah mendengar istilah macapat?”, ”Tembang apakah yang pernah Anda dengar?”, ”Apakah kalian pernah menyanyikan tembang macapat?” Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan materi tembang macapat. | Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa |
b. Kegiatan inti (55 menit)
| 1. | Guru membacakan sebuah Tembang Pangkur dengan irama dan lagu yang tepat sebagai contoh untuk siswa, kemudian siswa mengikutinya sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh guru (Pemodelan) | Fase II Mendemonstrasikan keterampilan (pengetahuan prosedural) atau: mempresentasikan pengetahuan (deklaratif)) |
| 2 | Siswa berlatih menyanyikan tembang macapat Pangkur dengan bimbingan dan arahan guru. Teknik: a. Membaca “titi laras” (notasi) Siswa menirukan pembacaan notasi yang dicontohkan guru secara benar. Tekniknya bergantian antara guru dan sebagian kelompok siswa. Yang dimaksud dengan kelompok adalah deretan bangku kanan tengah dan kiri. Pembacaan notasi disesuaikan dengan “laras” “pelog atau slendro” (pada pelatihan ini menggunakan alat berupa gamelan saron/demung untuk penyelarasan. b. Membaca “cakepan” (syair lagu) macapat “Pangkur). Tekniknya sama seperti pada pelatihan pertama, hanya saja yang dilatihkan adalah membaca syair lagu dengan “antawacana” (lafal dan intonasi) yang benar. c. Menyanyikan tembang macapat baris demi baris dengan diiringi alat “saron/demung”. Tekniknya juga bervariasi, antara lain dibaca/ditembangkan setiap baris oleh guru kemudian ditirukan siswa, maupun dibacakan oleh guru setiap satu tembang kemudian ditirukan siswa (disesuaikan dengan situasi dan kondisi). Pelatihan ini juga dilakukan secara bergantian tiap deretan bangku kanan, tengah, maupun deretan kiri. d. Siswa menyanyikan tembang macapat “Pangkur” dengan hanya diiringi saron/demung oleh guru. Catatan: Pelatihan berpedoman pada ketepatan suara, lafal, wirama dan wirasa | Fase 3: Membimbing pelatihan |
| 3 | Siswa per-deret bangku menyanyikan tembang macapat Pangkur” tanpa tuntunan guru. Tekniknya: a. Dilakukan per-deret bangku dengan diiringi saron/demung oleh guru. b. Dilakukan bersama-sama dengan diiringi saron/demung oleh guru. c. Dilakukan perorangan (bila memungkinkan) di hadapan siswa lainnya. d. Guru memberikan umpan balik dan koreksi berupa kekurang tepatan nada, antawacana, maupun wirasa dan wiramanya. | Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. |
- Kegiatan penutup (5 menit)
| 1. | Guru memberikan kesempatan pelatihan dengan teknik-teknik khusus yang harus diperhatikan siswa. dan evaluasi sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dirumah (PR) dan memberikan informasi mengenai pertemuan berikutnya ( siswa diminta tampil satu per-satu kedepan untuk melaksanakan tugas evaluasi) | Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan) |
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
a. Alat/bahan:
1. Naskah tembang “Macapat Pangkur”
2. Gamelan berupa “Saron/demung/gender” Pelok dan Slendro
b. Sumber belajar:
1. Buku Ngengrengan Kasusastran Jawi, S. Padmosukotjo
2. Pepak Basa Jawa
3. Mbombong Manah
VIII. Penilaian
- Jenis penilaian
Tes perbuatan: Cara menyanyikan tembang “Macapat Pangkur”
Non tes : Sikap penampilan yang disesuaikan dengan “wirasa lan wirama”
- Bentuk penilaian
Instrument penilaian
Rubrik Penilaian
| No. | Nama | Kriteria | Skor | |||
| Suara | Lafal | Wirama | Wirasa | |||
| | | | | | | |
Keterangan:
5 : suara nyaring, melafalkan kata dengan benar, wirama dan wirasa sesuai.
4: suara kurang nyaring, melafalkan kata dengan benar, wirama dan wirasa sesuai
3: suara dan lafal kurang nyaring, wirama dan wirasa sesuai
2: suara dan lafal nyaring, wirama dan wirasa kurang sesuai
1: suara dan lafal kurang nyaring, wirama dan wirasa kurang sesuai
DASAR-DASAR BERMAIN DRAMA
I. PENDAHULUAN Drama adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media percakapan(dialog), gerak da...
-
Dening: Heru Subrata Macapat (Tembang Cilik) Puisi Jawa Lawas Macapat iku tembang tradhisional ing tanah Jawa. Saben bait macapat nduwèni ...
-
Heru Subrata ( herusubrata@unesa.ac.id) Drama, sebagai karya seni, barulah lengkap jika dimainkan atau dipentaskan. Maksudnya, cakapan t...
-
Berkomunikasi secara efektif secara lisan, tertulis dan dengan berbagai alat digital; keterampilan mendengarkan. Komunikasi adalah: • k...